Tampilkan postingan dengan label Petualanganku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petualanganku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Yogyakarta memiliki banyak lokasi yang menyajikan panorama senja yang menawan. Kali ini saya akan membahas keindahan Embung Ngelanggeran Yogyakarta sebagai referensi anda menikmati dan memburu senja. Embung berarti bendungan/ danau dalam bahasa jawa. Ngelanggeran adalah daerah letak embung ini, satu kompleks dengan gunungapi purba Ngelanggeran.

 Embung Ngelanggeran
Embung Ngelanggeran

Embung Ngelanggeran terletak di kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Perjalanan dari kota Yogyakarta kurang lebih membutuhkan waktu 1,5 jam. Jalan termudah untuk mencapai lokasi ini adalah anda mengikuti Jalan Wonosari --> Ikuti jalan sampai jalan menanjak ke perbukitan --> Anda akan mendapati percabangan jalan, ambil jalan ke kiri --> Ikuti jalan, anda sudah dapat melihat banyak tanda ke arah Ngelanggeran --> dari jalan utama ini anda masih harus masuk melalui jalan perkampungan selama 15-30 menit. Walaupun jalan perkampungan tidak terlalu luas, tetapi kualitas jalan sudah lumayan baik dengan pengaspalan yang sudah mulus. Setelah melewati jalan aspal perkampungan, perjalanan anda belum berakhir, anda harus melewati jalan berbatu untuk mencapai Embung Ngelanggeran Yogyakarta. Jalanan ini berwarna putih terang karena dibuat dari batuan kapur yang banyak terdapat di daerah sekitar.

Setelah melewati jalanan berbatu, anda sudah dapat melihat Embung Ngelanggeran Yogyakarta di atas perbukitan. Karena jalanan yang cukup berbatu dan sempit, kendaraan yang dapat menjangkau obek ini adalah moto dan mobil. Sedangkan untuk bus sampai saat ini belum bisa karena sempitnya jalanan. Area perkir kendaraan sudah tersedia dan cukup luas. Fasilitas pendukung seperti musholla juga sudah tersedia dengan baik.

Letak embung ini di atas bukit sehingga anda dapat melihat pemandangan dari sudut 360 derajat. Panorama sore dengan angin yang berhembus memang syahdu untuk dinikmati dengan keluarga dan pasangan anda. Untuk mencapai embung, anda harus berjalan mendaki kurang lebih 500 meter dari area parkir. Usul punya usul, embung ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar, terutama untuk kepentingan pertanian. Hal ini dikarenakan daerah Gunungkidul banyak yang mengalami kekurangan air karena bentuk lahannya perbukitan kapur.

Baru kemudian karena loakasinya yang indah didukung panorama alam yang asri maka berkembanglah menjadi lokasi wisata. Usahakan jika anda ingin mengunjungi lokasi ini datanglah agak sore sehingga tidak panas dan tidak terlalu lama meununggu petang. Jika anda ingin menikmati matahari tenggelam yang sempurna, usahakan datanglah di hari yang cerah tak berawan.
Sambil menunggi langit berubah jingga, anda bisa berjalan-jalan ke beberapa area di Embung Ngelanggeran Yogyakarta. Di atas embung masih ada puncak bukit yang teduh dan nyaman untuk duduk sambil bercengkerama. Oh iya, harga tiket yang harus dibayarkan untuk memasuki area Embung Ngelanggeran Yogyakarta adalah sebesar IDR 4.000 per orang.

Langit sudah semakin jingga dan matahari makin mendekati peraduannya. Saat inilah kuambil kamera saku untuk mengabadikan matahari tenggelam. Kebetulan hari ini langit lumayan cerah sehingga pemandangan sunset sangat memukau. Gradasi warna dari gelap dibelakangku, langit biru, jingga, merah, dan kuningnya percak matahari menjadi lembut saat menempa mata dan lensa kameraku.

Sunset Ngelanggeran
Sunset Ngelanggeran

Sore itu tidak hanya aku, ada lumayan banyak yang berwisata ke area ini, baik tua maupun muda. Semua mata terpana dengan panorama senja Embung Ngelanggeran Yogyakarta yang lembut. Cahaya pengabisan matahari hari itu menyisakan kenangan manis.

Setelah puas bermain di Embung Ngelanggeran Yogyakarta, tak terasa waktu sudah gelap dan menuju maghrib. Setelah beribadah sholah maghrib saya langsung pulang agar sampai di Yogyakarta tidak terlalu malam. Perjalanan pulang langit sudah gelap sehingga harus lebih hari-hati mengingat penerangan jalan masih kurang, jalan yang berbatu, dan tebing di kiri kanan jalan.

Senin, 11 Januari 2016

Akhir pekan adalah waktu yang cocok untuk berlibur bersama keluarga atau orang yang dicintai. Beberapa hari yang lalu pacar saya tag saya di Instagram foto Kebun Teh Nglingo dan Puncak Kukusan, hmmmm, karena aku cowo peka maka langsung kuajak travelling ke Kebun Teh Nglingo dan Puncak Kukusan pada akhir pekan. Dari foto sih terlihat menarik, tapi kita lihat nanti bagaimana sebenarnya pemandangan aslinya, hehe.

 Kebun Teh Ngilngo
Kebun Teh Ngilngo

Kebun Teh Nglingo dan Puncak Kukusan berada di perbatasan antara Kulon Progo, Yogyakarta dengan Magelang. Apabila anda dari Yogyakarta, jalan tercepat adalah melalui jalur Jalan Magelang --> Setelah Nasmoco belok Kiri arah Cebongan --> Ikuti terus jalan kebon agung sampai ujung --> Ikuti jalan Minggir --> Ikuti jalur arah ke Purworejo --> Setelah itu jalan akan mulai menanjak berarti anda hampir sampai.

Estimasi perjalanan dari Yogyakarta adalah 1,5-2 jam menggunakan sepeda motor menempuh kurang lebih 30 KM. Jalan menanjak cukup ektrim dan berbelok tajam sehingga bus susah untuk menjangkau. Kendaraan yang mungkin adalah sepeda motor dan mobil. Kualitas jalan sudah lumayan baik, tetapi perlu diantisipasi longsoran dan licinnya jalan pada musim hujan.

Sebelum berangkat, pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima karena medan yang anda lewati tidak biasa, terutama kemampuan rem dan bahan bakarnya. Sepanjang tanjakan sangat jarang penjual bahan bakar minyak. Waktu penanjakkan bisa memakan waktu 30 menit dengan kecepatan sedang. Jika anda tidak ingin menanjak dengan mobil anda, terdapat kendaraan shuttle sebelum menanjak. Anda dapat memarkir kendaraan anda di area yang masih lumayan datar ini.

Jika motor atau mobil anda berani, tancap gas untuk mendaki, gunakan gigi rendah agar mesin kuat mendaki beberapa kemiringan yang mencapai 20 derajat. Tiket masuk ke areal kebun teh cukup murah, yaitu IDR 3.000 per orang. Anda akan menemukan tempat pemungutan retribusi (TPR) 1 km sebelum memasuki areal kebun teh. Area perkir kendaraan bermotor lumayan luas, untuk mobil anda harus memarkir di area parkir terbawah, akan tetapi jika anda membawa motor dapat terus mendaki karena tepat di depan kebun teh terdapat beberapa spot parkir sepeda motor. Biaya parkir untuk sepeda motor IDR 2.000.

Saya memarkirkan kendaraan di aprea terbawah sehingga harus mendaki jalan aspal menajak sepanjang 300 meter baru bisa melihat panorama kebun teh nan hijau. Ini pertama kalinya saya melihat langsung tanaman teh, saya coba cium daunnya, ternyata tidak bau teh, hehe, harus diolah dulu keless. Karena hari ini adalah Minggu, maka pengujung area wisata ini lumayan ramai. Tentu saja, mereka membawa tongkat selfie yang memanjang ratusan meter (eh,,).

Luas kebun teh pada area ini saya definisikan tidak terlalu luas, tetapi indah. Hawa udara yang sejuk dan lokasi yang diatas bukit membuat daerah ini cocok untuk menanam teh. Saya menyempatkan berfoto dengan pasangan saya dan beberapa kali mengambil panorama kebun teh bak parmadani hijau. Setelah puas mengambil foto, kami melihat puncak kukusan di barat kami sehingga kami tertantang untuk mendaki pucak bukit tersebut. Kami berjalan menapaki jalan tanah menuju pendakian bukit mungil ini. Sebelum naik kami diminta membayar TPR lagi IDR 2.000 per orang, tiket untuk mendaki gunung kukusan, atau bukit kukusan lebih tepatnya, hehe.

puncak kukusan
Puncak Kukusan

Puncak bukit ini ada 2, dan masing-masing mempunyai kemiringan yang lumayan, bisa sampai 40 derajat. Bukit tertinggi membutuhkan waktu pendakian 10 menit, sedangkan satunya hanya 5 menit. Panorama dari atas puncak kukusan cukup indah dan sejuk. Di atas bukit ini ada banyak bunga-bunga liar dengan ratusan capung dan kupu-kupu yang bergerak kesana kemari.

Setelah puas menikmati pemandangan di Kebun Teh Nglingo dan Puncak Kukusan saya turun untuk pulang ke Yogyakarta, tetapi karena kami merasa haus dan lapar maka kami berhenti sejenak di warung sederhana warga di tengah kebun teh. Sambil menikmati es saya berbincang-bincang dengan penjaga warung dan warga setempat. Saya bertanya seputar teh dan kehidupan warga setempat. Dan ternyata gengs, aku baru tahu kalau teh hijau, teh hitam, dan teh putih itu dibuat dari pohon teh yang sama, ckckck. Berikut penjelasan warga setempat. “teh hitam itu teh yang sebelumnya dijemur dahulu baru disangrai di pabrik, kalo teh hijau, itu tanpa dijemur langsung disangrai, sedangkan teh putih, prosesnya dijemur sampai kering, tanpa disangrai”. Usul punya usul, teh putih itu harganya mahal karena pemetikannya harus sebelum matahari terbit dan hanya 3 daun teratas yang diambil. Warga setempat menjual daun teh mentah kepada pabrik dengan harga IDR 1.800an per Kg.

Demikian gengs cerita perjalanan di Kebun Teh Nglingo dan Puncak Kukusan yang lumayan asyik dan menambah ilmu, walau pegalnya masih terasa sampai sekarang, hehe.

Selasa, 05 Januari 2016

Wah, sudah saatnya aku mengakhiri cerita perjalananku di Thailand, berikut jilid terakhir dari Pesona Wisata dan Kebudayaan Thailand.

Hari ini adalah hari terakhirku berada di Thailand. Aku akan berkeliling bagian lain dari bangkok yang belum tersentuh sebelumnya. Perburuan oleh-oleh khas Thailand baru saja dimulai. Saya dan teman-teman lelaki menuju pusat jersey di Bangkok, tepatnya di barat National Stadium. Kami keluar dari hotel dan meluncur cepat menggunakan BTS. Kereta terbang ini meluncur cepat tanpa hambatan di udara. Suara rel beradu dengan roda kereta tidak terasa keras bagaikan melesat.

Bangkok Skytrain BTS
Bangkok Skytrain BTS

Terminal National Stadium adalah terminal BTS di ujung barat. Selama perjalanan menggunakan BTS, pemandangan di kiri dan kanan akan menjadi kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan. Setelah sampai di terminal National Stadium kami harus berjalan kurang lebih 2KM menuju pusat jersey Bangkok, Thailand. Bagi anda yang ingin mengoleksi jersey sepakbola klub-klub Thailand wajib hukumnya mampir di tempat ini.

 National Stadium Bangkok
National Stadium Bangkok

Dari Terminal BTS kami harus berjalan kaki kurang lebih 20 menit di tengah terik kota Bangkok, wohohoho. Setelah sampai, woooo,, banyak sekali ruko-ruko yang menjajakan barang serba sepak bola. Aku jadi tahu klub-klub sepak bola lokal Thailand. Yang perlu ente ketahui, hari sebelumnya beberapa dari kami sudah berusaha menuju lokasi ini, tapi langkah kami terhenti di National Stadium karena tak tahu arah. Kami bertanya kepada orang yang sedang berolah raga (dengan bahasa inggris tentunya) tentang letak penjual jersey di mana. Kami diberikan arah oleh orang asing tersebut, tetapi karena sudah malam kami memutuskan kembali ke hotel karena kemungkinan rukonya udah pada tutup.

Yaps, ini saatnya belanja jeysey bola di negeri Gajah Putih. Kami berjalan-jalan dan menemukan banyak pilihan dengan harga yang bervariasi pula. Tanpa sengaja kami menemukan jeysey timnas Indonesia di sana bung, hahaha, dan lebih lucunya lagi ada temenku yang membelinya, “kalo di Indonesia harganya gak semurah ini men”, katanya. Aku akhirnya memutuskan membeli 2 jersey klub lokal, yaitu Bangkok Glass dan Chiangrai United. Lumayan buat oleh2 klub Thailand, walaupun gak tau siapa aja pemainnya.

 Chiangrai United Jersey
Chiangrai United Jersey


Bangkok Glass Jeysey
Bangkok Glass Jeysey

Setelah cukup berbelanjanya kami bergegas kembali ke hotel karena akan menuju Chulalongkorn University. Universitas ini berada di tengah kota Bangkok yang super sibuk. Walaupun letaknya di perkotaan, tetapi suasana di dalam kampus sangat hijau dan sejuk. Pepohonan hijau sepanjang mata memandang. Danau yang luas terdapat di tengah-tengah kampus unik ini. Kami tidak lama berkunjung di sini, mungkin hanya sekitar 3 jam untuk kemudian meluncur ke bandara untuk kembali ke Indonesia.

Sekian dulu cerita perjalananku di negeri gajah putih, ikuti juga berbagai pengalaman perjalananku di berbagai tempat yang tentu mengasyikkan.

Rabu, 03 Desember 2014

Thailand adalah negara kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja. Di semua uang baht kamu akan menemukan gambar raja, begitu pula di berbagai sudut kota. Foto raja dengan permaisurinya dipajang megah dengan taman yang kecilnya. Sosok raja sangat dihormati oleh masyarakat Thailand. Keren sih, jadi ketahuan kalo ada di thailand, selain tulisan super kritingnya, hehehe. Ini dia cerita Pesona Wisata dan Kebudayaan Thailand Jilid 2

Foto Raja Thailand
Foto Raja Thailand

Pharmacy Art and Counterfeit Goods Museum
Hari ketiga saya di Thailand saya mengunjungi museum seni di Bangkok, tepatnya di Mall Tokyu. Pameran seni bertemakan obat-obatan dan barang tiruan. Terdapat banyak lukisan yang mengisahkan bahaya obat secara berlebihan. Ada pula pameran baju dan asesoris yang orisinil dengan tiruannya. Anda dapat mengaksesnya menggunakan BTS. Bangunan ini mempunyai bentuk melingkar dengan jalan menanjak di pinggirnya, seperti jalan di pegunungan. Bagi anda yang tidak ingin berjalan, terdapat pula fasilitas lift. Di gedung ini terdapat banyak pameran karya seni, mulai dari lukisan, video, dan patung. Sumber karya seni ini bermacam-macam, dan saya menemukan beberapa karya seni dibuat oleh seniman Indonesia.



Cuaca Bangkok cukup panas terik. Maka siapkanlah krim tabir surya agar kulitmu tidak terbakar. Makanan mereka agak berbeda dengan rasa makanan Indonesia, tetapi nikmatilah, karena nanti saat kembali ke tanah air kamu akan merindukan anehnya makanan Thailand.
Hari ketiga tidak banyak tempat wisata yang saya kunjungi, tetapi hanya terbatas berputar-putar di kota Bangkok. Hal ini membuat saya paham nama-nama lokasi yang sebelumnya asing.

Menuju Kaeng Krachan
Hari keempat saya checkout dari I-Resicence untuk menuju Kaeng Krachan. Perjalanan memakan waktu hingga 3 jam menggunakan bus. Bersama rombongan kami berbondong-bondong menaiki bus pariwisata tingkat dan memenuhinya dengan koper. Kami akan berada di Kaeng Krachan selama tiga hari.

Pantai Asing
Dalam perjalanan menuju Kaeng Krachan bus berhenti di seberang pantai yang tak kami ketahui namanya. Pantainya cukup unik, jalan beraspal memanjang sejajar dengan bibir pantai yang berjarak hanya 20 meter. Kami beristirahat sebentar dengan bermain-main di pantai untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata Rumah Tanah.

Pantai Asing Thailand
Pantai Asing Thailand

Rumah Tanah
Iya, rumah di daerah ini dibuat dari tanah liat yang dikeraskan. Mula-mula, tanah liat basah dicampur dengan kulit padi, diolah, dan dikeringkan di bawah terik matahari.
Setelah kering, batu-bata tanah ini digunakan untuk membangun rumah. Kemudian, rumah akan dihaluskan dengan tanah liat pula, mungkin dengan racikan-racikan tertentu. Dinding-dinding rumah tanah ini dihiasi dengan berbagai ornamen gambar yang fantastik.

Rumah dari Tanah Thailand
Rumah dari Tanah Thailand

Daerah tersebut saya perkirakan adalah daerah kering yang jarang terjadi hujan. Saya dapat mengatakan seperti ini karena hawa udara yang kering, tanah-tanah yang kering dan tandus, dan banyak ditemukan pohon jati. Bisa dibayangkan jika rumah tanah dibangun di daerah yang sering hujan, maka rumah tanah akan mudah tererosi dan rusak oleh air hujan. Walaupun seperti itu, penataan ruang tempat wisata ini bagus sehingga dapat dibuat bungalo-bungalo dengan taman kecil yang akan mendinginkan suasana terik di siang hari.

Peace Garden
Setelah selesai menikmati suasana di rumah tanah kami melaju “Peace Garden” di Kaeng Krachan. Taman ini meliputi daerah tandus di pegunungan. Kita akan melakukan penanaman pohon agar daerah ini tidak lagi tandus. Suasana di taman ini mirip dengan suasana di pegunungan tinggi Indonesia, misalkan di pegunungan serayu. Di taman ini kita akan menemukan beberapa keramik yang ditanam bertuliskan kata-kata bijak. Mungkin ada puluhan keramik yang tersebar di peace garden ini.

Peace Garden Thailand
Peace Garden Thailand


Thai Diamond Land
Seusai berpanas-panas ria di peace garden kami menuju resort Thai Diamond Land di Kaeng Krachan. Desain resort ini sangat asri dengan danau besar yang berada di tengahnya. Rumah-rumah kecil lengkap dengan kamar mandinya berada tersebar di seberang danau dengan pohon besar di kiri dan kanannya. Kami akan menginap di sini selama 3 malam. Pengelola resort menyediakan mobil seperti mobil golf untuk mengangkut pengunjung dan barangnya ke resort yang tersebar letaknya. Setiap makan kita harus menuju gedung utama di sebelah danau. Meja makan diletakkan di seberang danau secara berjajar. Rasanya sungguh nikmat menyantap makanan bersama teman di seberang danau besar. Apalagi kadang terdapat anjing resort lucu menyambangi kita dengan jahilnya.

Thai Diamond Land Resort Thailand
Thai Diamond Land Resort Thailand
Pagi hari terasa berkesan saat berjalan melingkari danau ini, ditemani anjing terlatih yang berlari kesana kemari dan kicauan burung yang berhasrat menyambut hari. Resort ini juga menyediakan taman bermain, taman bunga, dan kolam renang. Sungguh fasilitas yang mengagumkan karena ternyata pemilik resort ini adalah salah satu orang terkaya di Thailand. Beliau sempat memberikan petuah kepada kami untuk selalu bekerja keras dan menghargai orang tua kita. 2 hal tersebut adalah kunci utama bagi seseorang yang ingin mencapai kesuksesan.

Selasa, 02 Desember 2014

Haloww, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya di Thailand. Perjalanan saya meliputi kota Bangkok dan Kaeng Krachan. Saya berada di Thailand kurang lebih lima hari, buka hanya sekedar berlibur, tetapi juga mengikuti forum internasional. Akan ada beberapa destinasi menarik di Thailand yang saya kunjungi dan juga pengalaman yang tak terlupakan. Siap-siap saya beberkan Pesona Wisata dan Kebudayaan Thailand

Makan di Bandara
Saya sampai di bandara Suvarnabhumi kurang lebih pukul 19:00 waktu setempat. Setelah menahan lapar selama perjalanan maka saya langsung mencari makanan di kantin bandara. Saya mencari-cari makanan yang halal akhinya dapat juga saya temukan. Biasanya warung yang menjual makanan halal akan mencantumkan lambang halal dalam huruf arab. Entah apa yang saya makan tidak peduli, yang penting bisa mengobati laparnya perut, hahaha. Kesan pertama mencicipi makanan Thailand adalah bumbu kari dan daun basilnya sangat kuat. Hampir semua kuliner khas Thailand mempunyai aroma yang serupa.
Makanan Halal Thailand
Makanan Halal Thailand


Narai Hotel
Malam pertama saya menginap di Narai Hotel, Silom. Lobi hotel ini cantik dengan bunga dan taman kecil ditengahnya. Desain hotel mengambil tema 90an di kamar dan lobinya. Uniknya, hotel ini masih menggunakan kunci pintu biasa, sedangkan sudah banyak hotel yang menggunakan kunci kartu. Kasurnya empuk dan nyaman untuk melepas lelah setelah seharian melakukan perjalanan udara.

Narai Hotel Bangkok
Narai Hotel Bangkok

Harga kamar yang kita bayar sudah termasuk biaya untuk sarapan. Saatnya sarapannnn,, saya makan banyak buah-buahan sebelum melalap makanan utama agar stamina tubuh kembali fit dan siap melakukan aktivitas seharian. Siangnya saya melakukan aktivitas penuh di Chulalongkorn University. Univeristas ini meruapakakan universitas terbesar di Thailand. Lokasinya berada di jantung kota Bangkok yang padat. Walaupun seperti itu, luas lahan yang dimiliki mampu dikelola menjadi banyak taman sehingga lingkungan kampus terasa sejuk dan asri. Saya juga sempat berbincang-bincang dengan mahasiswa setempat. Uniknya di Thailand, pelajar dari jenang dasar sampai perguruan tinggi mempunyai seragam yang sama, kemeja putih dan bawahan biru tua. Muka mereka juga tidak jauh dari orang Indonesia, hanya cenderung lebih putih.

Sarapan di Narai Hotel Bangkok
Sarapan di Narai Hotel Bangkok

I-Residence Hotel
Malam selanjutnya saya berpindah ke I-Residence Hotel di daerah Silom juga, ckckckck, berasa banyak duit ya (alhamdulillah dapet akomodasi gratis). Hotel dengan desain modern minimalis ini mendesain interiornya dengan baik dan modern. Saya tidak ingin malam saya di Thailand berlalu dengan hanya tidur, maka saya memutuskan untuk berjalan-jalan ke daerah pasar malam di dekat Silom, tepatnya di Phipat.

Di sini kamu akan menemukan berbagai macam barang dagangan dengan perdagang yang berjejer persis seperti malioboro. Cuma bedanya, di Phipat dijual secara bebas dan vulgar berbagai barang yang berbau seksual. Mulai dari CD porno dengan cover yang porno banget sampai alat bantu seks yang beranega ragam bentuknya, haha. Dan, dan, di gang-gang sempit kamu akan menemukan orang menawarkan pertunjukan Pimpong Show. Awaasss, ini bukan kompetisi bermain tenis meja, melainkan pertunjukan striptis ala Thailandd, ahaiiii.

Setelah puas melihat malioboro ala Thailand dan malam semakin larut maka saya memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat. Jarak ke hotel tidak terlalu jauh, sekitar 20 menit dengan berjalan kaki.
Kali ini saya akan mereview salah satu tempat wisata di kota Batu, Malang, yaitu Wisata di Air Terjun Cobanrondo. Wisata ini terletak di daerah Pujon, Malang, kurang lebih 30 menit dari pusat kota Batu. Jalan menuju tempat ini menanjak dan berkelok-kelok. Di kiri kanan anda akan melihat pemandangan yang asri dan sejuk.

Jalan menuju lokasi ini cukup curam dan berkelok-kelok sehingga anda harus waspada dan fokus. Apalagi saat musim liburan, anda akan berhadapan dengan banyak mobil dan bus pariwisata. Objek wisata ini saya bilang lengkap, sangat berisi dan padat (waduhhhh...). Bagaimana tidak, namanya saja air terjun, tetapi di dalamnya anda akan menemukan taman-taman indah, rafting, paint ball, bahkan labirin yang lagi nge-hits.

Peta Air Terjun Cobanrondo
Peta Air Terjun Cobanrondo


Tiket masuk untuk wisata air terjun adalah IDR 15.000 per orang. Dengan harga tersebut anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang menyejukan mata dan hati *hadeeeeehh*. Setelah melewati gerbang retribusi anda masih harus mengendarai kendaraan selama 10 menit hingga sampai di destinasi air terjun.

Air terjun Cobanrondo memiliki tinggi 84 meter pada ketinggian 1.135 mdpal. Suhu rata-rata daerah ini masuk dalam kategori sejuk yaitu 22 derajat celcius. Sumber mata air cobanrondo adalah Cemoro Dudo. Suasana sekitar air terjun sangat sejuk karena angin yang membawa buliran air. Bagi anda yang punya nyali boleh mandi di bawah air terjun dan ditempa oleh air yang jatuh.

Air Terjun Cobanrondo
Air Terjun Cobanrondo


1. Asal Usul
Nama Cobanrondo ternyata mempunyai sejarah. Coban = air terjun, rondo = janda. Untuk lebih lengkapnya baca tulisan ini. Ceritanya lumayan menyayat hati, kaya sinetron-sinetron Indonesia, hehehe



2. Satwa dan Tumbuhan
Suasana cubanrondo semakin menarik karena terdapat monyet dan lutung yang bergelantungan dan duduk-duduk di taman dengan santainya. Monyet dan lutung itu tidak sama, monyet berbulu abu-abu, sedangkan lutung hitam. Perhatiakan barang bawaan anda jangan sampai dicopet oleh satwa jahil yang satu ini.

Taman di cubanrondo dihias dengan berbagai tanaman dan bunga yang semakin memperindah pemandangan. Desidakan pula kursi-kursi taman yang mendukung bagi anda yang sedang pacaran *ciyeee*.

Taman Cobanrondo
Taman Cobanrondo
3. Labirin Cobanrondo

Labirin Cobanrondo
Labirin Cobanrondo

Ini dia yang sekarang lagi ngehits di instagram anak muda. Anda akan serasa bermain jadi bajak laut yang mencari jalan keluar dari gua harta karun. Tentu saja, harta karun yang didapatkan adalah foto kece dan like yang bejibun jumlahnya, maklum, saya juga masih muda.

4. Paket Wisata
Cubanrondo adalah salah satu bentuk pengelolaan tempat wisata yang baik dan terintegrasi. Di sini anda tidak hanya dapat menikmati air terjun, tetapi juga terdapat berbagai paket wisata seperti rafting, paintball, berkuda, sepeda gunung, dan lain-lain. Bagi anda yang ingin bermain outbond juga ada paket dengan banyak pilihan yang menarik dan menyenangkan.

Baca juga: Wisata Petik Apel di Batu, MalangAsiknya Wisata di Jatimpark 1

Jumat, 28 November 2014

Pernah melihat pohon apel?? Ini adalah pertama kalinya saya melihatnya secara langsung. Dan juga bisa langsung memetik dan memakannya. Kali ini saya akan berwisata ke kebun apel di Batu. Wisata Petik Apel di Batu lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Batu, akan tetapi harus menaiki shuttle agar sampai di kebun. Jalan yang kecil dan menanjak tidak bisa dilewati bus sehingga angkot menjadi transportasi yang mengantarkan kita ke kebun apel. Jangan khawatir, harga shuttle sudah termasuk dalam tiket IDR 15.000.

Shuttle Petik Apel Batu
Shuttle Petik Apel Batu

Perjalanan menggunakan shuttle kurang lebih 20 menit dengan jalan menanjak dan menurun. Siapkan kamera untuk menangkap momen pemandangan indah di kiri kanan. Kita bebas memakan apel selama di dalam kebun. Petiklah dengan bijaksana, jangan hanya memetik tapi hanya untuk mainan. Jika anda ingin membawa pulang apel maka anda harus membeli seharga apel di pasaran.

Wisata di kebun apel memberikan kesempatan bagi anda yang suka fotografi untuk mendapatkan sisi lain dari apel. Suasana yang sejuk dan apel yang tergantung di atas anda adalah momen yang berkesan bagi anda yang suka bertualang.

Petik Apel Batu
Petik Apel Batu

Saya dan teman saya saat itu tidak hanya memetik apel tetapi juga melakukan outbond untuk semakin mengakrabkan suasana. Saat kami sudah puas memakan apel dan memetik apel untuk dibawa pulang maka kami memutuskan untuk pulang dengan shuttle yang mengantarkan kita. Perjalanan turun tidak semulus yang kita bayangkan. Tiba-tiba ban shuttle kita bocor satu sehingga harus berhenti sejenak untuk mengganti ban. Anehnya adalah teman-temanku malah gembira karena ban shuttle bocor. Kebocoran ban terjadi di belokan dengan pemandangan yang istimewa sehingga tanpa aba-aba kami langsung mengambil beberapa foto, sementara supirnya mengganti ban, sungguh jahattt.

Kebun Apel Batu Malang
Kebun Apel Batu Malang

Apel yang saya bawa pulang ternyata bertahan cukup lama. Usul punya usul bahkan bisa bertahan sampai satu bulan. Saat masih di kebun rasanya tidak senikmat saat sudah berada di rumah, mungkin ini sugesti, atau karena apel sudah lebih matang, entahlahh.

Jika anda tertarik untuk berwisata di Jawa dan Bali dengan nyaman dan terpercaya dapat menghubungi Amerta Edutravel
Kota Batu, Malang kini telah berubah menjadi salah satu kota wisata terbaik di Indonesia. Banyak wisata baru yang sangat bervariasi dan menarik. Wisata Jawa Timur Park 1 adalah salah satu lokasi wisata yang patut anda kunjungi untuk liburan kali ini. Jatimpark 1 terletak di kompleks Jatimpark bersama dengan Jatimpark 2 dan Ecogreen Park di jantung kota Batu. Tiket masuk ke jatimpark 1 adalah IDR 75000. Tiket ini sudah termasuk gratis menaiki sebagian besar wahana di dalamnya.


Waktu yang diperlukan untuk berkeliling di Jawa Timur Park 1 sangat lama karena luasnya dan banyaknya wahana ditawarkan. Usahakan perut anda kenyang saat masuk Jawa Timur Park 1, karena harga makanan di dalam lumayan mahal, hehehe. Anda tidak diperkenankan membawa makanan masuk ke dalam.

Kebanyakan wahana yang terdapat di Jawa Timur Park outdoor/ di luar ruangan sehingga anda harus mengantisipasi hujan dan panas. Walaupun kota Batu mempunyai suhu yang lumayan sejuk, tetapi di siang bolong juga lumayan panasnya. Sebisa mungkin anda menikmatinya di hari yang tidak hujan (mendung-mendung aja sih malah oke, adem jadinya).

Berikut beberapa wahana yang sempat saya coba di Jawa Timur Park 1. Saya tidak mampu menaiki semuanya, hehehe, kebanyakan wahana yang memacu adrenalin bung! Bagi anda anak muda yang ngaku pemberani dan jago, coba naiki wahana di sini satu per satu !!!

1. Pendulum 360
Di Jatimpark 1 kamu akan menemukan banyak wahana yang sangat bervariasi. Saat kamu masuk kamu akan disuguhi berbagai wahana edukasi dan wawasan nusantara. Setelah itu kamu akan menemukan wahana untuk anak-anak dan kolam renang. Setelah melewati kolam renang kamu akan masuk ke dalam area permainan yang ekstrim. Saya langsung mencoba wahana Pendulum 360. Ampunnnn, perut dan kepala terasa dikocok-kocok dengan gerakan memutar dan putaran 360 derajat ke udara. Ekstrimnya adalah pendulum akan berhenti saat berada di titik atas, jadi seolah-olah semua penumpang akan jatuh. Dan satu hal, pantatmu akan tertarik gravitasi sehingga kamu hanya bisa pasrah.
via jatimpark.com
Setelah diputar-putar hampir selama 10 menit, rasanya masih pusing berat. Ekstreeemmm gann, bagi kamu yang gak punya nyali besar jangan sekali-kali mencoba wahana yang satu ini. Beberapa temanku sampai muntah, hahahaha. Aku melanjutkan perjalanan dengan kepala sedikit pusing. Akhirnya saya memutuskan naik wahana Bumblecar. Aku mengira-ngira kok mobil-mobilan ini bisa langsung mati saat dipencet oleh pengendalinya. Mungkin itu pakai magnet atau apalah, tapi yang pasti wahana ini juga tak kalah asyik. Butuh keahlian khusus untuk mengendalikan mobil-mobilan ini. Injak pedal gas dan putarkan setang. Apabila bertabrakan mobil kita akan berhenti walaupun pedal diinjak. Putarlah beberapa kali maka mobil akan melaju kembali.

2. Keraton Hantu
Setelah itu saya diajak teman-teman untuk mencoba wahana Keraton Hantu. Hadehhhh, nyaliku menciut kalo masalah wahana beginian. Tapi biarlah tak coba, hahaha. Jumlah orang maksimal sekali masuk adalah 6. Kurang ajarnya saya malah dipaksa untuk paling depan, sementara cowo-cowo yang sok berani malah ngumpet di belakangku, hadehhhh. Singkat cerita kita sudah masuk, baru saja beberapa meter masuk, kami semua terhenti dan trauma untuk melanjutkan perjalanan setan ini. Cekcok terjadi satu sama lain sampai petugas berteriak,,, “mas-mas, jalan terus mas”. Okelah, kita sepakat akan menyelesaikan wahana ini dengan gagah berani, terutama guweeee. Waktu seakan berhenti dan lorong-lorong gelap pernuh hantu buatan tak ada habisnya. Keringat sudah membasahi bajuku yang terus ditarik-tarik belakangku. Peduli amat sama setan, kita harus segera keluar dari sini. Setelah sekian lama, akhirnya ada cahaya terang dan kami menyongsongnya dengan teriakannn, “Merdekaaaaa”.

3. Kursi Terbang

Wahana selanjutnya yang saya coba adalah kursi terbang dengan rantai. Aku agak lupa namaya tapi wahana yang satu ini cukup berkesan. Kelihatannya saja serem bro, tetapi kalau sudah naik dan muter di atas, yang ada malah ngantuk, hehehe (karena pemandangan kota Batu dari atas terlalu indah dan syahdu). Wahana ini cocok bagi anda buat pacaran karena kursinya pasang-pasangan, hehe, tapi inget, ente lagi di ketinggian puluhan meter, gak usah aneh-aneh (peace!).

4. Volcano Coaster

Yappp, ini wahana terakhir yang saya coba. Taraaa, naik ke coaster dan berjalan di rel naik turun gunungapi. Turunan ekstrem menuruni puncak gunungapi dan masuk ke dalam perutnya. Jeglekkk,, kereta berhenti seketika di sebelah patung pinguin. Kemudian terlintas pertanyaan “ngapain ada pinguin di dalam gunung api??” Tapi coaster melaju kembali dengan cepat menjelajah dalam gunung api yang penuh stalaktit dan stalakmit. Kami harus menunduk karena takut akan terbentur. Inilah pertanyaan kedua, “ini gunungapi ato goa karst”, hadehhhh. Tetapi mengesampingkan segala keanehan desainnya, wahana yang satu ini asyikkk badaiiii.

Keren kan gengs, harga yang kamu bayarkan buat tiket masuk bakal setimpal dengan semua wahana yang kamu coba (plus dapet bonus mual-mual). Sebenarnya masih banyak wahana lain, seperti Kora-kora, Tornado, Bombom Car, Kolam renang, dan berbagai wahana anak-anak.

Di Jatimpark 1 juga ada wahana akuarium ikan dan taman reptil, tetapi saya tidak sempat mengunjunginya, mungkin lain kali yaaaa.

Salam Pro Travelista

Jika anda tertarik untuk berwisata di Jawa dan Bali dengan nyaman dan terpercaya dapat menghubungi Amerta Edutravel

Baca juga: Asyiknya Wisata di Air Terjun Cobanrondo, Malang

Minggu, 13 Juli 2014

Mimpi, semua manusia memiliki tapi tidak semua mampu memahami.
Mimpi, sebagian membanggakannya sebagian menghindar darinya.
Semua orang mempunyai mimpi, begitu pula diriku. Aku percaya bahwa mimpi muncul saat kita lahir. Ia adalah hasil dari lingkungan, hasil dari pengalaman. Setiap orang mempunyai banyak mimpi, katanya adalah jalan menuju kesuksesan. Tetapi kenyataan banyak orang yang tersesat oleh mimpinya sendiri.
...
Pagi itu matahari Yogyakarta belum terlihat, tetapi aku sudah melaju kencang bersama pacarku menuju bandara Adisucipto. “Sayangg,, aa pergi dulu ya, assalamu’alaikum” sapaku saat ia kembali bersama motornya sehabis mengantarku. Hari itu, dan selama dua minggu aku akan mengikuti pelatihan di Jakarta bersama lima temanku. Ngunggggg,,,Ssssttttt,,Wyusssss,,, pesawat AirAsia membawaku dan kelima temanku terbang ke udara bebas. Baru saja pesawat meninggalkan landasan pacu, empat tante meributkan sesuatu hal. Sebenarnya aku berusaha tidak memerdulikannya, tapi karena mereka duduk tepat di depanku, maka aku adalah salah satu yang mau tidak mau mendengarkan pembicaraan mereka. Sejenak kemudian mereka memesan mie instan kepada pramugari untuk satu rombongan. Teman sebelahku sontak berbisik padaku “Yaelah tante, bentar lagi dah sampai kelesss”. Aku hanya bisa tersenyum kecil menahan gelitik di perutku. Dan saat mie instan dibuka, nyussssss,, aroma ayam bawang menyebar ke seluruh kabin pesawat. “Aduhhhh, aromanya sadisss” kata salah satu tante sosialita. Aku yakin banyak penumpang yang menelan ludah, bagaimana tidak, mereka sudah sejak pukul lima pagi berada di bandara dan belum menyantap sarapan.
Sesampainya di bandara Soekarno-Jakarta menggunakan maskapai AirAsia, kami langsung menuju kantor PT Bina Kasih yang berada tidak jauh dari bandara. Setelah cukup beristirahat, kami berkenalan satu sama lain dengan manajemen dan master trainer. Tidak lama setelah itu kami memulai pelatihan privat yang disampaikan oleh master trainer Andreas Anaya Pasolympia. Saat berada di titik itu, aku terbawa kembali ke memori beberapa tahun silam saat aku baru saja masuk ke sekolah menengah atas. Trainer saat Masa Orientasi Siswa (MOS) aku yakini sebagai awal mengapa aku bisa sampai pada titik ini. Pada saat itu, sang trainer menyampaikan bagaimana cara untuk menjadi seorang pemenang, from zero to hero. Entah mengapa setelah itu aku berhasrat menjadi seorang master trainer yang akan menginspirasi banyak orang sekitarku. Sudah beberapa tahun berselang dari hari itu, kini aku sudah benar-benar menjadi trainer. Selama berkuliah di Yogyakarta, sudah beberapa kali mengisi pelatihan di berbagai tempat. Aku merasakan kepuasan saat bisa membuat orang lain terinspirasi, membuat orang lain bersemangat, dan membuat orang lain berhasrat menjadi  pemenang.
Sang master trainer meminta kami untuk menggambarkan mimpi terbesar dalam selembar kertas. Ku pejamkan mata dan ku cari tahu apa mimpi terbesarku selama ini. Ku gambarkan bulatan mewakili bumi, ku gambarkan pula ikon dari seluruh dunia di penjuru mata angin, seperti menara Eiffel, Burj Khalifa, Opera House, dan Panda. Sentuhan akhir dari gambarku adalah matahari yang menyinari bumi yang tersenyum. Aku ceritakan semua mimpiku di depan mereka, aku percaya bahwa menceritakan mimpi adalah cara untuk segera mewujudkannya. Aku ingin berkeliling dunia dan menginspirasi manusia. “Bumi yang tersenyum ini mewakili kedamaian dunia, kegembiraan seluruh penduduk dunia” paparanku di depan mereka semua. Mimpiku adalah menginspirasi dunia, merasakan setiap jengkal tanah di dunia, dan kembali dengan cerita dan ilham dari sang maha perkasa.
Mimpiku
Selama tiga hari kami diberikan ilmu dan teknik agar menjadi trainer yang menginspirasi. Kami terkejut hanya tiga hari, karena kami mengira pelatihan akan berlangsung selama dua minggu. Hari keempat dan seterusnya kami akan mempraktekkan ilmu selama tiga hari di depan Potential Talent (PT). PT adalah istilah untuk calon nurse yang kita trainer untuk selanjutnya mereka akan disalurkan sebagai pekerja. Kami menyebutnya potential talent karena mereka sejatinya adalah manusia-manusia yang bertalenta, hanya saja belum terpoles sempurna, bagaikan onggokkan berlian yang baru diangkat dari bumi.
Selama aku memberikan trainer kepada mereka, aku sadar bahwa setiap manusia mempunyai mimpi. Entah apapun mimpi manusia, selalu membuat orang lain yang mendengarkannya terinspirasi olehnya. Tidak peduli seberapa sederhana mimpi kita, justru dengan kesederhanaan mimpi itu orang lain akan tergugah mata hatinya. Tetapi yang belum mereka punya adalah inspirasi untuk maju, inspirasi untuk melihat lebih luas. Aku meminta mereka menceritakan mimpinya satu per satu. Mereka hanya terdiam, mereka terlalu takut untuk berucap. Mungkin saat itu bagi mereka mimpi adalah sesuatu yang memalukan. Bagi mereka kehidupan selama ini terlalu tidak mendukung mimpi-mimpi mereka untuk tercapai.
Maka aku ceritakan betapa sejarah hidupku tak jauh berbeda dari mereka. Aku mengira mimpi terlalu jauh dariku. Aku mengira mimpi hanyalah mimpi, terlalu mustahil untuk membawanya ke alam nyata. Ku ceritakan bagaimana awal mimpiku hingga titik di mana aku bisa berbicara kepada mereka. “Aku pun tidak mengira mimpi ini perlahan menjadi nyata, aku hanya menjalaninya” paparanku kepada mereka.
Aku berharap mereka terinspirasi oleh perjalanan hidupku dan akhirnya mimpi mereka tumbuh semakin besar dan kuat. “Kita semua harus mendengar mimpi, karena dengan itu mimpi kita akan tumbuh semakin besar” tambahku. Akhirnya bongkahan berlian mulai terpoles saat mereka menyampaikan mimpi besar mereka. Di antara ada yang ingin menjadi manager bank, pengusaha, dan masih banyak lagi. Kemudian kuajak mereka memejamkan mata, “bayangkan saat ini kalian sudah sampai pada mimpi itu, apa yang kalian rasakan”. “Gembira sekali kakak” jawab mereka. “Iya adek-adek, sejatinya tujuan hidup kita adalah mencapai kegembiraan dan ketenangan” tandasku. Bayangkan dengan jelas mimpi itu, pegang erat, dan masukkan ke dada kalian. Bayangkan selalu tujuan kalian, aku yakin kalian akan sampai padanya.
Potential Talent
Kutegaskan kepada mereka bahwa mengejar mimpi adalah keharusan tetapi yang paling penting adalah selalu merasa bahagia. Kita tidak harus menunggu sampai mimpi kita tercapai untuk bergembira karena kegembiraan ada di setiap hembusan nafas kita. Ku ajak mereka memejamkan mata dan merasakan saat kita menarik dan menghembuskan nafas. “Tarik nafas kalian, dan hembuskan” kalian akan sadar bahwa kebahagiaan tidak kemana-mana, selalu ada bersama kalian.
...
Pada akhirnya aku sangat yakin bahwa tujuanku hidup adalah mendengarkan mimpi-mimpi manusia dan mengajaknya bersama-sama menggapainya. Terlalu banyak manusia yang memendam mimpinya, bahkan membunuhnya. Aku berikhtiar akan senantiasa menyebarkan inspirasi kepada semua manusia, inspirasi tentang kekuatan mimpi, inspirasi tentang mendengarkan dan menyampaikan mimpi.
Gurnito Dwidagdo